Tampilkan postingan dengan label USAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USAHA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2015

DISPERINDAG BERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI BANTUAN ALAT KEPADA USAHA KECIL MAKANAN RINGAN



Glagahan,04/04/2015 -  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro memberikan bantuan alat-alat usaha kecil makanan ringan kepada kelompok usaha industri kecil makanan ringan, di Desa Glagahan Kecamatan Sugihwaras, Sabtu sore (04/04).

Pemberian bantuan itu merupakan terobosan dan stimulan untuk industri kecil makanan Ringan di Kabupaten Bojonegoro agar dapat berkembang lebih maju.

Kepala Desa Glagahan Imam Muslih saat ditemui kim demang  berharap, dengan pemberian bantuan itu, salah satu upaya pemberdayaan masyarakat, untuk meningkat ekonomi dan kesejahteraannya.

“Sebetulnya di daerah Desa Glagahan kebanyakan ibu-ibu rumah tangga masih banyak yang belum diberdayakan dan menganggur. Nah ini kita lihat, entah itu satu kelompok ada  sudah mulai usaha makanan ringan sebanyak 30 orang kita rangkum menjadi satu kelompok usaha dan kita berikan bantuan alat dan pelatihan” katanya.

Pemerintah desa berharap,  kata Kades, pelatihan dan pemberian stimulus industri kecil tersebut dapat berkembang. Sehingga usaha makanan ringan di Desa Glagahan tidak ketinggalan dengan Desa lain yang ada di Kabupaten Bojonegoro khususnya.

“Mudah-mudahan para pekerja pengemas makanan ringan dan sejenisnya asal Desa glagahan yang bekerja di luar daerah tidak perlu lagi ke luar daerah atau kota, dan lebih baik membangun usaha di desa sendiri,” tambahnya.

Bantuan Disperindag untuk pemberdayaan usaha makanan ringan di Desa Glagahan Kecamatan Sugihwaras,  berupa 4 unit mesin pengering kerupuk, 4 dandang, 4 kompor dan elpiji, 4 alat pemasah singkong, 4 wajan besar, 4 alat parut dinamo dan beberapa perlengkapan penggorengan.(kim/dg).

Sabtu, 28 Maret 2015

USAHA KRUPUK SADARIA DI DESA GLAGAHAN TERHAMBAT MODAL



Glagahan,28/03/2015 - Kesulitan mengembangkan usaha dialami oleh Sulistyowati (45), pemilik usaha rumahan krupuk sadaria di Desa Glagahan. Bagaimana tidak? Pasar bagus, untungnya juga lumayan. Tapi sayangnya, mereka kesulitan modal.

Diakui oleh Sulistyowati, selain bulan puasa dan saat-saat musim sekolah, pemasaran krupuk sadaria yang berbahan utama singkong tersebut sangat bagus dan cukup stabil. Sehingga, menurut dia, usaha itu sebetulnya bisa dijadikan sumber penghasilan yang bisa diandalkan.

Pasar terbaik bagi produk krupuk sadaria adalah saat-saat menjelang Puasa, saat ada pertunjukan di daerah sekitar, atau saat musim hajatan. Di waktu-waktu itu, menurut Sulistyowati, pemesan atau pembeli krupuk sadaria sangat banyak.Untung yang didapat dari krupuk sadaria juga lumayan.

Selama ini, untuk sekali membuat krupuk sadaria, Sulistyowati menghabiskan singkong sebanyak 10 kg.dari bahan dasar sebanyak 10 kg singkong itu, dijelaskan Sulistyowati, jadi sekitar 300 biji krupuk sadaria. Krupuk sadaria produk Sulistyowati ini dijual sendiri kekonsumen langsung. Adapun harga 1 krupuknya Rp.500,- dan keuntungan yang didapat dari 10 kg singkong tersebut kalo habis terjual sekitar Rp 100.000,- dengan harga bahan baku singkong per-kg nya adalah Rp 3.000,-.

“saya sebetulnya pengen mengembangkan usaha krupuk ini,tapi mau gimana lagi? modal yang saya punya ndak cukup untuk membeli alat dan bahan dasarnya dalam jumlah besar ’’ ujar Sulistyowati.

Ditempat lain, Kepala Desa Glagahan Imam muslih menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Desa akan terus berupaya membantu masyarakat yang berkeinginan mengembangkan usaha-usaha yang mereka miliki dan kekurangan modal untuk membeli alat dan bahan dasar usaha tersebut.

“Salah satu upaya kami selaku Pemerintah Desa Glagahan untuk membantu usaha-usaha masyarakat yaitu dengan membentuk kelompok usaha dan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait “ ujar kades. (nasiqin).

Senin, 16 Maret 2015

MUSIM PANEN TIBA,TAK HANYA PETANI,PEMILIK ANGKUTAN PICK UP PUN IKUT MENIKMATI HASIL.




Senin, 16 Maret 2015 : 16.00 wib – Maraknya angkutan-angkutan bak terbuka yang di miliki oleh CV Lokal yang ada di daerah membuat pemilik angkutan pick up pribadi tidak mendapatkan job mengangkut barang-barang material karena sudah di plot oleh CV yang menggarap suatu proyek tersebut.

Tapi  berbeda lagi ketika musim panen padi tiba, pemilik angkutan pick up pribadi pun akhirnya merasa senang, pasalnya mereka mendapat job untuk mengangkut padi  hasil panen para petani di daerah tersebut.

Hari ( 29 ) salah satu pemilik angkutan Pick up pribadi yang ada di Desa Glagahan mengatakan bahwa sejak musim panen ini tiba, dia kebanjiran job panggilan untuk mengangkut hasil panen petani yang ada di daerahnya.

“biasanya mobil saya ini jarang kepakai, ya ... kalo pas ada job mengangkut barang saya pakai kalo tidak ya saya biarkan nganggur di samping rumah. Tapi waktu musim panen seperti sekarang ini saya benar-benar kuwalahan panggilan untuk mengangkut hasil panen padi petani “ tuturnya.

Hari juga menambahkan rata-rata penghasilan perharinya pun ikut bertambah disaat musim panen seperti sekarang ini, pasalnya biasanya dia Cuma mendapat job ngangkut barang satu hari sekali, tetapi saat ini bisa mencapai 4-5 kali angkut dengan tarif rata-rata 40-100 ribu tergantung jauh dekatnya barang/padi yang diangkut.(nasiqin).